Resep Si Putih “Apem Menul” Yang Menggoda

Si Putih “Apem Menul”



Untuk tradisi selamatan tertentu dibeberapa daerah, kue apem biasanya dianggap sebagai makanan yang wajib disediakan. Jadi kalau jaman dulu sih sepertinya semua Ibu-ibu bisa membuat kue apem rumahan yang mengembang, empuk dan enak, karena mereka merasa diharuskan oleh tradisi didaerahnya.

Lalu bagaimana dengan ibu-ibu muda jaman sekarang?… kalau didaerah saya sih hanya sedikit yang bisa membuat kue apem yang enak, mungkin karena mereka sudah terbiasa cari enak dengan jalan pintas memesan pada pengusaha kue basah atau pada tetangga yang bisa . Baiklah sekian saja basa-basinya, jika Anda merasa ingin sekali dapat membuat kue apem, perhatikan resepnya berikut :

BAHAN :



  1. 200 gram tepung beras

  2. 50 gram terigu

  3. 150 gram gula pasir

  4. 125 gram tape singkong buang seratnya

  5. 350 ml santan matang (65ml kara+air)

  6. 1 saset susu kental manis

  7. 5 gram fermipan

  8. Sejumput garam

  9. Vanili

CARA MEMBUAT :

Campur tepung,gula pasir,tape singkong,vanili dan fermipan.masukkan santan sedikit demi sedikit sambil diuleni

Masukkan skm, terakhir masukkan garam aduk rata dengan whisk

Diamkan kurang lebih 1 jam sambil ditutup plastik wrap atau serbet.

Panaskan cetakan apem,beri pengalas bawahnya (tutup kaleng biscuit bekas) supaya gak cepat gosong dan matang merata.olesi cetakan dengan margarin. tuang adonan 3/4 dari tinggi cetakan, setelah matang angkat dan sajikan.

Sekian saja rsep sederhana membuat apem panggang yang mudah, mengembang, enak dan empuk. Semoga Ibu-ibu semua berhasil membuatnya dengan hasil yang memuaskan. Tips: Supaya apem terlihat lebih cantik dan berenda dipinggirnya, tekan dengan sendok sayur. nda juga bisa menambahkan toping sesuai selera, misalnya cokelat, meses, keju, pisang, nangka, dll.

jangan Lupa Like dan share ya Bunda Ke Teman Temanyaaa Semoga Bermanafaat dan Selamat Mencoba

Asal Usul Kue Apem

Kue apem meurpakan salah satu jajanan khas yang berasal dari kalangan masyarakat Jawa. Kue ini terbuat dari tepung beras, berbentuk bulat dan memiliki tekstur yang empuk. Nama “Apem” konon berasal dari Bahasa Arab yaitu afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Namun, masyarakat Jawa menyederhanakan kata tersebut menjadi “Apem”. Dari nama tersebut, dapat diketahui bahwa kue apem merupakan simbol permohonan ampunan.

Dalam budaya Jawa, kue apem ini dibuat pada saat menjelang bulan Ramadhan. Kue tersebut kemudian diantarkan ke musholla atau masjid-masjid. Tujuannya adalah memohon ampun sebelum puasa dimulai serta merupakan wujud syukur atas rezeki yang diberikan selama in. Tradisi ini dekenal dengan istilah “Megengan”. Megengan berasal dari bahasa Jawa ‘megeng’ yang berarti menahan diri, bisa diartikan sebagai puasa itu sendiri.

Di wilayah Klaten, tradisi megengan dirayakan dengan meriah. Pada saat tradisi megengan, kue apem disusun dalam dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon dan diarak keliling kota. Setelah arak-arakan selesai, masyarakat saling berebut kue apem yang merupakan simbol pengharapan berkah.

Konon, tradisi ini berasal dari Ki Ageng Gribik atau Sunan Geseng, salah satu murid Sunan Kalijaga, yang waktu itu baru pulang ibadah haji dan melihat penduduk Desa Jatinom, salah satu daerah di Klaten, menderita kelaparan. Ki Ageng Gribik kemudian membuat kue apem dan membagikannya kepada penduduk yang kelaparan sambil mengajak mereka mengucapkan lafal dzikir Qowiyyu (Allah Maha Kuat). Para penduduk itu pun menjadi kenyang. Hal inilah yang memotivasi penduduk Klaten untuk terus menghidupkan tradisi upacara Ya Qowiyyu setiap sebelum bulan Ramadhan.

Sumber : kedaiberita.info

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel