Ambyar Ambyar Ambyar! Saat PSBB Dilonggarkan, Warga Jadi Tak Hiraukan Physical Distancing

PEMERINTAH memang telah mengizinkan beberapa maskapai untuk kembali mengudara. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang sudah dilonggarkan.



Sayangnya, pelonggaran PSBB malah membuat orang sembrono. Lihat saja pada kasus McD Sarinah yang menyebabkan orang berjubel.

Belum hilang dari ingatan, kini terjadi penumpukan penumpang di Bandara Soekarno Hatta (Soetta). Dari media sosial terlihat penumpukan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta di tengah pandemi virus corona, tak ada yang namanya pysical distancing di sana.

Beberapa netizen pun kecewa, karena upaya di rumah saja untuk mencegah penularan virus corona bagi mereka jadi sia-sia ketika kerumunan ini terjadi.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Timur dr Indah Fitriani, SpPD menjelaskan, sangat mungkin terjadi lonjakan kasus baru virus corona. Hal ini tak lain karena kerumunan mempermudah penyebaran virus antarmanusia.

"Kerumunan membuat risiko penularan sangat tinggi dan angka kasus baru akan terus meningkat," kata dr Indah melalui pesan singkat.

Ia mengingatkann juga bahwa banyak kasus COVID-19 ditemukan pada orang-orang dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG). Kelompok ini biasanya ada pada mereka berusia muda dan tanpa penyerta penyakit yang daya tahan tubuhnya baik.

Dokter Indah melanjutkan, selagi vaksin belum ditemukan dan mungkin baru ada 1 hingga 2 tahun ke depan, masyarakat diminta terus waspada. "Masyarakat harus siap dengan adanya lonjakan kasus baru dan ini bisa terjadi karena aktivitas dalam kerumunan," tegasnya.

Dia pun menambahkan, meski memakai masker bukan berarti risiko tertular jadi hilang sama sekali. "Pengaruhnya hanya 1 koma sekian persen, tapi tetap ada risiko tertular," ungkap dr Indah.

Pemandangan penumpukan penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta dan McD Sarinah ini pun membuat dr Tirta gerah. Dokter Tirta pun tidak habis pikir dengan kejadian tersebut.

"Setelah kejadian tempo hari di Sarinah. Lalu kejadian di Soetta today," tulis dr Tirta melalui unggahan di akun Instagramnya, @dr.tirta.

"Sementara yg lain habis2 an di phk demi covid, ada yg prusahannya rugi habis2 an demi mengurangi covid. Ratusan event batal. Ratusan WO dan EO merugi. Brapa umkm dan PKL ga makan," tulisnya lagi.

Dokter Tirta juga menunjukkan kontrasnya kondisi Bandara Soetta yang sesak dengan petugas medis yang berjibaku menangani bertambahnya pasien Covid-19.

"KITA PATUH ! Tarawihan ga bisa di masjid. Tempat ibadah sepi. Belum relawan, tenaga medis, dan paramedis berjuang, kmren angkat perjuangan driver ambulance. Wis karepe ae lah. Aku tak turu sek. Ngantuk," tulis dokter kelahiran Solo ini.

Maskapai Tak Transparan

PT Angkasa Pura II (Persero) menyebut ada sebanyak 13 jadwal penerbangan yang jam keberangkatannya hampir bersamaan. Hal itu menyebabkan kerumunan calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pagi ini. Seperti kritik dr Tirta, kondisi bandara yang sesak bertentangan dengan prinsip PSBB yang digaungkan pemerintah.

Senior Manager Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga mengatakan antrean di posko verifikasi dokumen terjadi mulai pukul 04.00 WIB. Calon penumpang yang berdesakan itu memiliki tiket pesawat untuk penerbangan antara pukul 06.00 - 08.00 WIB.

“Di antara pukul tersebut terdapat 13 penerbangan dengan keberangkatan hampir bersamaan, yaitu 11 penerbangan Lion Air Group dan 2 penerbangan Citilink," kata Febri.

Maka, Angkasa Pura (AP) II pun melakukan strategi baru agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Selain pengaturan ulang sistem antrean, stakeholder di Soekarno-Hatta juga menyepakati pembatasan frekuensi penerbangan.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin melanjutkan, telah disepakati slot penerbangan menjadi hanya 5-7 penerbangan per jam di Terminal 2 agar tidak terlalu menumpuk di jam-jam tertentu. Dengan demikian, penerbangan di Soekarno-Hatta setiap harinya sekitar 200 penerbangan.



Sumber:okezone.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel