Emak-Emak Harus Ngerti, Sebaiknya Jangan Belajar Nyetir Mobil Kepada Suami!

Selama ini, menyetir mobil identik dianggap sebagai sifat maskulin lelaki. Tak mengherankan jarang sekali mendapatkan wanita yang menyetir mobil-mobil garang, seperti sport utility vehicle (SUV). Ada banyak alasan perempuan malas menyetir mobil, mulai dari capek sampai takut terjadi kecelakaan. (foto cover: ilustrasi mobil rusak, sumber



Belum lagi belajar mengemudi mobil juga tak semudah sepeda motor. Ada banyak bagian yang harus diingat dan jika lupa sebentar saja tabrakan bisa terjadi.

Tapi tenang, semua itu bisa diatasi dengan latihan yang benar. Bagaimana tips berlatih dan mengendari mobil untuk wanita?

Berikut ini adalah tips-tips cara mengemudi bagi perempuan:

Jangan Belajar dengan Suami Atau Ayah!

Pertama, lebih baik kamu mencari instruktur mengemudi yang handal, bukan belajar dari ayah, suami, atau kaka. Keluarga atau orang dekat biasanya tidak sabaran dengan kelambanan kita dalam belajar.

Alhasil, kita sering melupakan hal-hal penting seperti memindahkan gigi atau salah menginjak rem pada mobil matik.

Sungguh bahaya, kan? Agar kejadian ini tak terjadi, lebih baik kamu belajar dari seorang profesional dalam mengajar mengemudi. Para pengajar profesional paham bagaimana membuat kamu lihat menyetir tanpa cemas.

Sering Berlatih

Kedua, jangan bermimpi bisa lancar mengemudi hanya karena sudah berlatih selama beberapa hari. Ingat, mengemudi ini soal pengalaman.

Untuk itu, kamu perlu mengasah keterampilan dengan berlatih sesering mungkin.
Dengan begitu, kamu bisa terbiasa memegang setir dan melakukan hal-hal yang sederahana. Misalnya, menyalip mobil, menghadapi tikungan atau menyeberang ke sisi lain jalan. Hal-hal ini tak mudah untuk dipelajari, lho

Perdalam Ilmu

Ketiga, kamu harus lebih sering belajar dan mendalami pengetahuan tentang menyetir. Misalnya, memarkirkan mobil dari model tegak lurus, miring, atau paralel.

Ingat, menguasai soal parkir ini berarti kamu lulus jadi pengemudi handal.

Kata mereka yang belajar mengemudi, soal parkir ini jadi momen-momen paling menegangkan. Jika belajar menyetir hanya memerlukan beberapa hari, urusan parkir ini mungkin butuh waktu hingga berbulan-bulan.

Sebabnya tidak lain karena jenis parkir yang beragam, yang paling sulit adalah paralel. Jadi, minta instruktur untuk mengajari soal parkir paralel ini.

Jangan Panik!

Keempat, jangan panik. Kamu mungkin sudah mendengar isu bahwa mengemudi itu sangat berbahaya. Ya, ini memang benar, sih.

Tapi, kalau takut terus-menerus, yang ada kamu jadi cemas.

Makanya, cobalah santai saaat mengemudi, bahkan ketika melakukan sesuatu yang salah. Orang memang gugup saat pertama kali mengemudi.

Ambil napas dalam-dalam dan konsentrasi dengan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Fokus

Kelima, tetaplah fokus. Memusatkan perhatian untuk menghilangkan kecemasan memang penting. Tapi, jangan lupa untuk memperhatikan sisi kanan, kiri, dan belakang.

Saat berada di jalanan kita tidaklah sendirian, ada pengguna jalan lain yang juga berada di sekitar mobil. Jangan coba-coba menelepon sembari mengemudi atau bahkan bercermin.

Sedikut saja mata berbelok dari spion, mobil yang kamu kendarai bisa saja tubrukan terjadi, baik dari arah belakang, samping bahkan depan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel